MAKALAH TRADISI MELAYU
PERMAINAN RAKYAT ADU BUAH PARA
DOSEN PEMBIMBING: TETY KURMALASARI
DISUSUN OLEH :
NAMA : SRI TULARSIH
NIM : 130388201032
KELAS : F1
FAKULTAS KEGURUAN dan ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MARITIM RAJA ALI HAJI
TAHUN AJARAN 2013 — 2014
PENDAHULUAN
Untuk
memenuhi tugas mata kuliah Tradisi Melayu, maka saya melakukan penelitian dan
observasi terhadap permainan rakyat Melayu Riau, Adu Buah Para. Pada hari
minggu, 11 Juni 2014 didaerah Kabupaten Karimun, Kecamatan Meral, Kampung
Wonosari dengan seorang bapak bernama Muhammad Nasikhin. Ini lah hasil
rangkuman wawancara saya tentang permainan rakyat, Adu Buah Para.
PERMAINAN RAKYAT
A.
ABSTRAK
Bahan yang akan
saya bahas dalam blog saya kali ini adalah tentang permainan rakyat tradisional.
Permainan rakyat adalah permainan yang popular dikalangan masyarakat pada zaman
dahulu, dimana pada zaman dahulu tidak ada gadget canggih seperti sekarang ini
yang telah menggeser kedudukan permainan tradisional, dan dalam pembahasan kali
ini saya akan mengupas secara rinci tentang permainan tradisional masyarakat
melayu, adu buah para atau biji karet yang sangat akrab dengan kehidupan
masyarakat kelas menengah dan kelas bawah diwilayah Kepri yang pada umumnya
bekerja sebagai petani karet.
Sejarah adanya
permainan ini belum diketahui secara pasti, hanya saja permainan ini tercipta
karena adanya kebosanan pada kehidupan yang monoton, sehingga masyarakat
menambahkan selingan-selingan dalam kehidupan mereka. Ditambah lagi permainan
ini tidak membutuhkan biaya dan cukup hanya dengan memanfaatkan biji-biji karet
yang jatuh dibawah pohon karet itu.
Diwilayah Kepri,
hutan karet cukup tersebar luas, seperti didaerah Tanjung Pinang, Kabupaten
Karimun, Kota Dumai, Pekan Baru, dan dibeberapa bagian besar wilayah Sumatra
lainnya, sehingga permainan ini masih dapat ditemukan sampai sekarang ditengah
maraknya aplikasi permainan yang ada digadget-gadget keren. Seharusnya
permainan ini terus dilestarikan oleh anak bangsa, karena permainan ini adalah
warisan budaya bangsa termahal yang tidak akan pernah ada lagi dimasa depan.
Selain tidak membutuhkan biaya, permainan ini juga melatih anak bangsa untuk
mencintai budayanya sendiri.
Gambar pohon karet (Dokumentasi 11 Juni 2014)
B.
ADU
BUAH PARA (BIJI KARET)
Adu buah para
adalah permainan rakyat dari daerah pedalaman Riau yang rata-rata penduduknya
bekerja sebagai petani karet atau petani ojol. Pohon karet sangat banyak
didaerah Riau Kepri, sehingga anak buah karet banyak dimanfaatkan oleh
anak-anak petani itu sebagai bahan permainan, adu buah para. Adu buah para
adalah permainan tradisional khas Riau, yang dimainkan dengan cara mengadu 2(dua) buah
biji para. Cara bermainnya cukup mudah. Pertama, setiap pemain harus memiliki
buah para yang akan dipertandingkan. Kemudian, para pemain harus sud atau suit
terlebih dahulu untuk menentukan siapa pemain yang akan menumbuk terlebih
dahulu. Setelah didapatkan pemenangnya, maka tahap selanjutnya adalah dengan
mengadu buah para itu. Setiap pemain yang kalah sud harus meletakkan biji paranya
dibawah biji para pemain yang menang. Kemudian pemain yang menang akan menumbuk
kedua biji para itu dengan tangannya, hingga salah satu diantara keduanya ada
yang pecah.
Setiap pemain
hanya diberikan 1(satu) kali kesempatan untuk menumbuk buah para, hingga salah
satunya pecah. Jadi setiap pemain harus menumbuk buah para itu dengan sekuat
tenaga jika dia ingin memenangkan pertandingan ini. Aturan permainannya juga
cukup mudah, siapa yang bertahan dan tidak pecah maka dia yang menang, dan
siapa yang pecah maka dialah yang kalah.
A.
GAMBAR
BUAH PARA DAN ADU BUAH PARA
Gambar buah para (Dokumentasi 22 Juni 2014)
Gambar orang bermain adu buah para
(Dokumentasi 22 Juni 2014)
PENUTUP
A. NARASUMBER WAWANCARA DARI PERMAINAN
ADU BUAH PARA:
(Dokumentasi 11 Juni 2014)
Nama
Narasumber : Muhammad Nasikin
Lokasi : Kabupaten Karimun, Kec. Meral, Wonosari
Pekerjaan : Petani Ojol

Catatan: Wawancara dilakukan pada tanggal 11 Juni
2014
Dan dokumentasi juga dilakukan tanggal tersebut
Saat saya sedang pulang kampung ke Karimun.






